Mengukur Keberhasilan Amnesti Pajak Periode I


Tax Amnesty Periode Pertama telah terlewati. Inilah ulasan mengukur keberhasilan Amnesti Pajak.
keberhasilan tax amnesty periode pertama
keberhasilan tax amnesty periode pertama

Mengukur Keberhasilan Amnesti Pajak



Mengukur Keberhasilan Tax Amnesty Periode I




keberhasilan tax amnesty periode pertama

Tax Amnesty Periode Pertama telah terlewati. Inilah ulasan mengukur keberhasilan Amnesti Pajak.
Pelan Tapi Pasti, pelaporan harta dalam program Amnesti Pajak akhirnya menemukan momentumnya di akhir Periode pertama tax amnesty yaitu bulan Juli-September 2016. Capaian Amnesti Pajak bahkan sudah melebihi capaian program Tax Amnesty negara lainnya. namun, pekerjaan belumlah selesai. Lalu, bagaimanakah dengan sasaran jangka panjang program Amnesti Pajak untuk memperluas basis pajak?


Jenis Harta Yang Dilaporkan dalam Tax Amnesty




keberhasilan tax amnesty periode pertama


Jenis harta yang dilaporkan dalam program Tax Amnesty adalah

  • Investasi dan Surat berharga
  • Kas dan setara kas
  • Tanah, bangunan dan harta tak bergerak lain
  • Piutang dan persediaan
  • Logam mulia dan barang berharga lain



Perluasan Basis Data Perpajakan



keberhasilan tax amnesty periode pertama


Karakteristik partisipan dalam program Amnesti Pajak ini adalah

  • WP yang belum melapor SPT dengan benar : 284.679
  • WP yang belum melaporkan SPT : 62.354
  • WP yang sama sekali baru : 15.856
  • WP yang terdaftar sebelum Tax Amnesty : 7.899



Realisasi Amnesti Pajak Periode Pertama


keberhasilan tax amnesty periode pertama


Realisasi Program Tax Amnesty
Harta yang dilaporkan : Rp. 3.620 Triliun
Deklarasi dalam negeri : Rp. 2.532 Triliun
Deklarasi Luar Negeri : Rp. 951 Triliun
Reaptriasi : Rp. 137 Triliun
Jumlah Uang Tebusan : Rp. 89.1 Triliun




Perbandingan capaian Tax Amnesty dengan Negara Lain



keberhasilan tax amnesty periode pertama


Capaian Tax Amnesty Negara di Dunia (angka dalam persen terhadap PDB)

  • Selandia Baru (1988)  :0.06 %
  • Spanyol (2012)            : 0.12 %
  • Australia (2014)          : 0.12 %
  • Afrika Selatan (2003) : 0.17 %
  • Perancis (1986)           : 0.22 %
  • Italia (2009)                : 0.26 %
  • Argentina (1995)        : 0.28 %
  • Kolombia (1987)        : 0.30 %
  • India (1997)                : 0.59 %
  • Cile (2015)                 : 0.62 %
  • Turki (2005)               : 0.74 %
  • Indonesia (2016)        : 0.75 %

Artikel Terkait

Author fakta.id

M Jupri

Silahkan memberikan komentar terkait artikel diatas, pertanyaan, saran, kritik, dan komentar membangun untuk kemajuan website ini sangat kami harapkan , Demikian topik bahasan kali ini semoga hari anda menyenangkan. . .#salamsatujiwa dari saya.
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger